“Jumlah uangnya sangat besar. Pengadilan akan menghadapi kesulitan. Importir juga akan menghadapi kesulitan,” kata Adetutu.
Dalam opini berbeda, Hakim Brett Kavanaugh menyoroti bahwa belum ada kejelasan dari pengadilan mengenai bagaimana mekanisme pengembalian dana akan dijalankan.
Baca Juga:
Prabowo Tegaskan Stabilitas, Kepastian Hukum, dan Reformasi SDM pada Acara Iftar di U.S. Chamber of Commerce
“Pengadilan tidak mengatakan apa pun hari ini tentang apakah, dan jika ya bagaimana, pemerintah harus mengembalikan miliaran dollar yang telah dipungut dari importir,” ujarnya.
Ia bahkan memperingatkan bahwa proses refund berpotensi menjadi sebuah “kekacauan” yang berkepanjangan.
Presiden Donald Trump sendiri menyatakan kekecewaannya atas putusan tersebut dan memperkirakan sengketa hukum lanjutan bisa berlangsung hingga bertahun-tahun.
Baca Juga:
Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU senilai 38,4 Miliar Dolar AS di Business Summit US-ABC
Estimasi TD Securities menyebut proses pengembalian dana dapat memakan waktu antara 12 hingga 18 bulan, bahkan berpotensi lebih lama tergantung kompleksitas klaim.
Menurut Nabeel Yousef, partner Freshfields, tantangan administratif menjadi hambatan besar karena perusahaan harus mengumpulkan data impor dari berbagai periode untuk menghitung total tarif yang telah dibayarkan.
“Perusahaan menghadapi tantangan besar dalam mengumpulkan data impor untuk menghitung tarif yang dibayar selama periode berbeda. Bahkan perusahaan multinasional pun belum tentu punya semua data rapi,” ujarnya.