“Bukan berarti Senin besok perusahaan langsung menerima cek di pos,” tambahnya.
Sebagian perusahaan bahkan memilih menjual hak refund mereka kepada investor eksternal dengan potongan 25 hingga 30 sen per dollar AS demi mempercepat arus kas.
Baca Juga:
Iran Dorong Kontrol Selat Hormuz Sepenuhnya oleh Negara Pesisir
Sebelumnya, tarif Trump diberlakukan hampir ke seluruh negara mitra dagang, termasuk China, Vietnam, dan India, dengan sektor konsumer, otomotif, manufaktur, serta pakaian menjadi yang paling terdampak.
Sejak April 2025, lebih dari 1.800 gugatan telah diajukan ke Pengadilan Perdagangan Internasional AS, melonjak tajam dibandingkan kurang dari dua lusin perkara sepanjang 2024.
Sejumlah perusahaan besar seperti anak perusahaan Toyota Group, Costco, Goodyear, Alcoa, Kawasaki, EssilorLuxottica, Revlon, hingga Bumble Bee Foods tercatat sebagai penggugat dalam perkara tersebut.
Baca Juga:
Drama Evakuasi di Iran, AS Kerahkan Jet Tempur hingga Navy SEAL
Sebagian perusahaan lain memilih menunggu putusan Mahkamah Agung sebelum mengajukan klaim guna menghindari sorotan publik yang berlebihan.
Meski tarif dibatalkan, beban biaya sebagian besar telah lebih dulu dirasakan oleh konsumen dan perusahaan di Amerika Serikat.
Federal Reserve Bank of New York mencatat sekitar 90 persen biaya tarif ditanggung warga dan pelaku usaha domestik, sementara hingga November 2025 tarif efektif AS mencapai 11,7 persen, jauh di atas rata-rata 2,7 persen pada periode 2022–2024.