"Akibatnya, orang-orang harus bangkit melawan
kebrutalan mereka untuk melindungi kehidupan, kehormatan, martabat, dan harta
benda mereka," lanjut Andarabi.
Foto-foto yang dibagikan Andarabi itu muncul setelah
kelompok Taliban pada pekan lalu dilaporkan mengintai kota-kota di Afghanistan
untuk mencari wanita dan anak perempuan.
Baca Juga:
Taliban Persekusi Ratusan Perempuan Afghanistan
Para komandan jihad dilaporkan memerintahkan para imam di
daerah-daerah yang mereka kuasai untuk membawakan daftar wanita dan gadis yang
belum menikah berusia 12 hingga 45 tahun untuk dinikahi tentara mereka, karena mereka memandangnya sebagai
"rampasan perang" untuk dibagi di antara para pemenang.
Andarabi juga memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan
India Today bahwa perlawanan terhadap pemerintahan Taliban tidak akan hilang.
"Saya pikir akan ada dukungan dan dorongan dan
perlawanan," katanya.
Baca Juga:
Taliban Larang Anak Perempuan Berusia 10 Tahun untuk Sekolah
"Ini menunjukkan bahwa jika Taliban tidak menyesuaikan
diri dengan Afghanistan saat ini, perlawanan yang bopeng ini akan terus
bermunculan. Perlawanan akan berlanjut dalam bentuk apa pun di seluruh
negeri," ujarnya, yang dilansir Kamis (26/8/2021).
Dia menambahkan bahwa jika Taliban ingin rakyat mendukung
pemerintahan mereka, mereka harus membentuk pemerintahan terpilih dan bukan
"emirat" yang tidak demokratis.
Andarabi dipecat oleh mantan presiden Ashraf Ghani pada
Maret setelah dia dilaporkan gagal menangkap seorang komandan milisi yang
terpaksa menembak jatuh sebuah helikopter, menewaskan sembilan anggota pasukan
keamanan.