Houssaini mengatakan, pemerintah Maroko tengah mempertimbangkan skema pembelajaran bahasa Arab bagi calon mahasiswa Indonesia sebelum mereka diberangkatkan.
Salah satu gagasan yang sedang dikaji adalah pengiriman pengajar bahasa Arab dari Maroko ke Indonesia.
Baca Juga:
Alphonso Davies Dicadangkan saat Kanada Tantang Maroko di 16 Besar Piala Dunia
Dengan skema tersebut, mahasiswa berkesempatan mendapatkan pembekalan bahasa terlebih dahulu di Indonesia.
Masa pembelajaran bahasa Arab itu dapat berlangsung selama beberapa bulan sebelum mahasiswa melanjutkan studi ke Maroko.
“Mahasiswa dapat belajar selama tiga atau enam bulan bahasa Arab di Jakarta sebelum berangkat ke Maroko. Kementerian kami menerima gagasan tersebut dan sedang mengkajinya,” ucap Houssaini menambahkan.
Baca Juga:
90.000 Tahun Lalu, Kisah Jejak Purba Terawetkan di Pantai Maroko
Dalam pembahasan kerja sama pendidikan tersebut, Houssaini juga memastikan bahwa pemerintah Maroko telah berkomunikasi dengan Kementerian Urusan Islam.
Langkah itu dilakukan untuk mencari solusi terhadap sejumlah persyaratan yang selama ini dinilai cukup rumit bagi calon mahasiswa Indonesia.
Upaya penyederhanaan persyaratan tersebut diharapkan dapat membuat proses pengiriman mahasiswa Indonesia ke Maroko berjalan lebih mudah.