Dengan demikian, peluang mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Maroko dapat semakin terbuka.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Indonesia sebelumnya telah mengirim 30 mahasiswa ke Maroko melalui program visiting student.
Baca Juga:
Alphonso Davies Dicadangkan saat Kanada Tantang Maroko di 16 Besar Piala Dunia
Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani kegiatan akademik di Maroko dalam jangka waktu tertentu.
Namun, program serupa belum dapat dilanjutkan pada tahun ini karena adanya sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.
“Tahun lalu kami mengirim 30 mahasiswa, tiga bulan untuk program magister dan enam bulan untuk program doktoral. Tahun ini kami kembali merencanakannya, tetapi ada banyak persyaratan karena itu, tahun ini kami tidak mengirim mahasiswa ke Maroko,” ujar Menag.
Baca Juga:
90.000 Tahun Lalu, Kisah Jejak Purba Terawetkan di Pantai Maroko
Meski demikian, pemerintah Indonesia berharap kerja sama pendidikan dengan Maroko dapat terus diperkuat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemudahan akses bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi Maroko.
Nasaruddin menilai Maroko memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pilihan tujuan pendidikan bagi mahasiswa Indonesia.