Langkah awal sebenarnya sudah dilakukan pemerintah Amerika Serikat dengan memberikan pengecualian sementara bagi India untuk membeli minyak Rusia yang sebelumnya tertahan akibat sanksi.
Izin tersebut diberikan hingga 3 April 2026, termasuk untuk pengiriman minyak yang menggunakan kapal-kapal yang berada di bawah berbagai rezim sanksi.
Baca Juga:
Aceh Selatan Bebas 'Lampu Kedip' dengan SUTT PLN!
Kebijakan itu ditujukan untuk membantu negara-negara yang terdampak kekurangan pasokan energi dari Timur Tengah setelah konflik Iran memicu gangguan distribusi minyak dunia.
Di sisi lain, Gedung Putih juga menghadapi tekanan domestik karena lonjakan harga energi berpotensi memukul ekonomi Amerika Serikat.
Harga bensin yang meningkat dapat membebani konsumen serta dunia usaha, terutama ketika negara tersebut bersiap menghadapi pemilu paruh waktu pada November mendatang.
Baca Juga:
Penjualan Listrik Sektor Bisnis PLN UID Jawa Barat Tumbuh 7,92% pada 2025, Didominasi Oleh Data Center
Sejumlah pejabat juga menyebut pemerintah tengah mempertimbangkan langkah tambahan untuk menekan harga energi.
Salah satu opsi yang dibahas adalah pelepasan cadangan minyak strategis Amerika Serikat bersama negara-negara anggota G7.
Opsi tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Energi AS Chris Wright yang mengatakan bahwa pembahasan mengenai cadangan strategis masih berlangsung di tingkat pemerintah.