Di luar berbagai tuduhan yang tercantum, FBI menegaskan tidak ada bukti kredibel dalam dokumen-dokumen baru tersebut yang dapat menguatkan klaim terhadap Trump.
Menanggapi ramainya pemberitaan setelah namanya muncul ribuan kali dalam arsip Epstein, Trump menyampaikan pembelaannya.
Baca Juga:
Trump Nyaman dengan Dolar Lemah, Mata Uang AS Sontak Terjun Bebas ke Level Terendah
“Saya sendiri tidak melihatnya, tetapi saya diberitahu beberapa orang yang sangat penting bahwa hal itu tidak hanya membebaskan saya, tetapi juga kebalikan dari apa yang diharapkan orang-orang,” kata Trump pada Sabtu (31/1/2025), sebagaimana dikutip CNN.
Kementerian Kehakiman Amerika Serikat turut membantah berbagai tuduhan dalam dokumen yang diarahkan kepada Trump.
“Beberapa dokumen berisi klaim yang tidak benar dan sensasional terhadap Presiden Trump yang diserahkan kepada FBI tepat sebelum pemilihan 2020,” demikian pernyataan resmi Kementerian Kehakiman.
Baca Juga:
Pemerintahan Trump Siap-siap Pulangkan Warga Iran ke Zona Bahaya
Untuk mempertegas sikap mereka, kementerian menyatakan tuduhan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
“Untuk memperjelas, klaim tersebut tidak berdasar dan salah, dan jika punya sedikit saja kredibilitas, tentu saja sudah akan digunakan sebagai senjata melawan Presiden Trump,” lanjut pernyataan tersebut.
Wakil Jaksa Agung Todd Blanche juga menyinggung proses peninjauan dokumen yang dinilai terlambat rampung.