“Izinkan saya memperjelas – mereka tidak ada hubungannya dengan tinjauan ini,” ujar Blanche.
Ia menambahkan Gedung Putih tidak memiliki kewenangan dalam proses tersebut.
Baca Juga:
AS dan Iran Dikabarkan Lanjutkan Perundingan Pekan Depan di Pakistan
“Mereka tak punya pengawasan atas tinjauan ini, mereka tak memberi tahu kementerian ini bagaimana melakukan tinjauan kami, apa yang harus dicari, apa yang harus disunting, dan apa yang tidak boleh disunting,” imbuhnya.
Pengungkapan arsip terbaru ini sekaligus mengingatkan publik pada sikap Trump yang sebelumnya sempat menolak pembukaan berkas-berkas Epstein.
Namun pada akhirnya, Kongres melawan sikap tersebut dan mengesahkan undang-undang yang mewajibkan Kementerian Kehakiman merilis seluruh arsip Epstein pada pertengahan Desember 2025.
Baca Juga:
Iran Tak Gentar Hadapi Ancaman AS, Siapkan Bantuan untuk Kapal-kapal di Hormuz
Jeffrey Epstein sendiri sempat dipenjara atas kejahatan seksual yang menjeratnya sebelum ditemukan tewas bunuh diri di sel tahanan pada 2019.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.