WAHANANEWS.CO, Jakarta - Nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuat setelah disebut ribuan kali dalam jutaan dokumen kasus predator seksual dan pedofilia Jeffrey Epstein yang baru dibuka ke publik.
Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis sekitar 3,5 juta dokumen terkait Epstein pada Jumat (30/1/2025) -- dan pencarian terhadap nama “Donald Trump” muncul lebih dari 1.800 kali dalam arsip tersebut.
Baca Juga:
Trump Nyaman dengan Dolar Lemah, Mata Uang AS Sontak Terjun Bebas ke Level Terendah
Sebagian besar penyebutan Trump dalam dokumen itu merujuk pada artikel-artikel pemberitaan lama yang menyinggung relasi sosial dan politik Trump dengan Epstein pada era 1990-an di New York.
Dalam dokumen tersebut, Trump digambarkan sebagai bagian dari lingkaran elite New York yang kala itu kerap berinteraksi dengan Epstein, yang disebut berusaha menarik figur publik dan selebritas untuk memperkuat citra serta jejaring bisnisnya.
Arsip terbaru itu juga memuat daftar tuduhan terhadap Trump yang dikumpulkan oleh pejabat Biro Investigasi Federal (FBI) pada tahun lalu, meski seluruh tuduhan tersebut belum diverifikasi.
Baca Juga:
Pemerintahan Trump Siap-siap Pulangkan Warga Iran ke Zona Bahaya
Salah satu catatan FBI dalam dokumen menyebut adanya klaim dari seorang perempuan yang menuduh Trump memperkosanya saat ia berusia 13 tahun.
Dalam berkas lain, terdapat pula hasil wawancara FBI dengan salah satu korban Epstein yang menyatakan bahwa Ghislaine Maxwell, kaki tangan Epstein, pernah “memperkenalkan dirinya” kepada Trump di sebuah pesta.
Skala rilis dokumen yang sangat besar membuat isi keseluruhan arsip tersebut belum sepenuhnya dapat dipetakan secara rinci hingga saat ini.