Setelah
lima tahun, ambisi membuat seragam antipeluru dihentikan.
Meski
demikian, para pengembang masih berharap komponen-komponen seragam yang bisa
mementalkan peluru ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan tempur.
Baca Juga:
Profesor India Ditangkap karena Kritik Operasi Sindoor dan Isu Gender di Militer
Seragam
hanyalah satu dari sekian banyak aspek kemiliteran yang menjadi objek
penelitian dan pengembangan.
Di
dunia militer --sama halnya dengan bidang-bidang lain-- orang berusaha untuk mengeksplorasi
dan mengembangkan teknologi agar bisa lebih maju atau unggul.
Praktik
ini sudah dimulai sejak zaman dulu.
Baca Juga:
Usai Gabung Tentara Rusia Kewarganegaraan RI Satria Eks Marinir Hilang
Di era
modern, unggul tak selalu terkait dengan persenjataan, tetapi juga mengubah
individu agar memiliki fitur tentara unggulan atau tentara super.
Pada
2017, Presiden Rusia, Vladimir Putin, memperingatkan bahwa manusia mungkin tidak lama lagi akan
membuat sesuatu yang jauh lebih buruk dari bom nuklir.
Putin
mengatakan, manusia bisa membangun tentara yang bertempur tanpa rasa takut,
tanpa penyesalan, dan tanpa merasakan sakit.