Kembali
ke China, mantan Direktur Badan Intelijen Nasional (DNI) AS, John Ratcliffe, secara terang-terangan menuduh China sedang
membangun tentara dengan kemampuan di atas manusia normal.
"China
melakukan percobaan terhadap anggota Tentara Pembebasan Rakyat untuk
mengembangkan tentara dengan kemampuan biologis yang jauh lebih andal. Dalam
ambisi ini, Beijing tak memedulikan hal-hal yang bersifat etis," kata
Ratcliffe, dalam tulisan di The
Wall Street Journal.
Baca Juga:
Profesor India Ditangkap karena Kritik Operasi Sindoor dan Isu Gender di Militer
Pemerintah
di Beijing menggambarkan tulisan Ratcliffe itu sebagai "tak lebih dari
kebohongan semata".
Antara
Ambisi dan Realitas
Baca Juga:
Usai Gabung Tentara Rusia Kewarganegaraan RI Satria Eks Marinir Hilang
Tentu
banyak yang berambisi punya tentara super, tentara yang tahan sakit, tahan suhu
dingin, atau tetap bugar meski tak tidur.
Namun,
seperti terlihat dalam proyek Iron Man
yang dikembangkan AS, kendala praktis seringkali membuat program militer tak
bisa diwujudkan sesuai harapan.
Pada
2019, terbit tulisan akademis soal militer China "yang aktif
mengeksplorasi teknik modifikasi genetika untuk membangun tentara super".