Sebelumnya, kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan guna membuka ruang negosiasi lebih lanjut.
Mediator internasional seperti Pakistan dan Qatar terus mendorong agar kesepakatan tersebut tetap dihormati demi mencegah eskalasi konflik.
Baca Juga:
Jawa Satu Power Jaga Keandalan Pasokan, ALPERKLINAS: PLN Makin Siap Hadapi Pertumbuhan Beban
“Gencatan senjata masih bertahan dan saat saya berbicara, upaya penuh sedang dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang tersisa,” kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.
Namun di sisi lain, Iran menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang menyebabkan kebuntuan dalam proses negosiasi.
“Sayangnya, kami menyaksikan tuntutan berlebihan yang terus berlanjut dari pihak Amerika dalam perundingan, yang menyebabkan kegagalan mencapai hasil,” ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Baca Juga:
Dari Amplop Rp 3 Miliar hingga Setoran Bulanan Rp 5 Miliar, John Field Buka-bukaan di Sidang
Tekanan internasional pun meningkat menyusul blokade yang dinilai mengancam stabilitas jalur perdagangan global di Selat Hormuz.
Qatar mendesak kedua pihak untuk tidak menjadikan jalur laut sebagai alat tekanan dan tetap menjamin kebebasan navigasi internasional.
China juga menegaskan pentingnya stabilitas kawasan bagi perdagangan dunia dan menyerukan semua pihak menahan diri.