WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ancaman perang kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan kapal serang Iran akan ditenggelamkan jika nekat mendekati blokade laut AS di Selat Hormuz pada Senin (13/4/2026).
Pernyataan keras ini muncul di tengah gagalnya upaya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya diupayakan melalui perundingan di Pakistan.
Baca Juga:
Arab Saudi Panik, Blokade Hormuz Bisa Picu Iran Tutup Jalur Laut Merah
Militer Amerika Serikat menegaskan bahwa blokade diberlakukan terhadap seluruh kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran, baik di kawasan Teluk Persia maupun Teluk Oman.
Trump bahkan mengklaim sebagian besar kekuatan angkatan laut Iran telah hancur dalam konflik yang berlangsung sejak akhir Februari lalu.
Ketegangan semakin meningkat setelah ia memperingatkan bahwa kapal cepat milik Iran yang tersisa akan segera dimusnahkan jika mendekati zona blokade yang telah ditetapkan.
Baca Juga:
Jurus Mitigasi Melambungnya Harga Plastik
Langkah ini diumumkan tak lama setelah delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance kembali dari perundingan dengan Iran tanpa menghasilkan kesepakatan damai.
“Saya benar-benar berpikir bola sekarang ada di pihak Iran karena kami sudah menawarkan banyak hal. Kami juga sudah sangat jelas mengenai garis merah kami,” kata JD Vance kepada Fox News.
Washington menegaskan fokus utama mereka adalah mengendalikan program pengayaan uranium Iran serta memastikan adanya mekanisme verifikasi agar Teheran tidak mengembangkan senjata nuklir.