Alhasil hampir seluruh kota-kota di
Afghanistan kini jatuh ke tangan Taliban, termasuk
Ibu Kota Kabul.
Mengenakan kacamata penglihatan malam,
senapan buatan AS, dan peralatan tempur modern lainnya, pasukan khusus
Afghanistan sempat mengejutkan Taliban ketika mereka pertama kali muncul pada
2008.
Baca Juga:
Indonesia Takkan Diamkan Ancaman Kemanusiaan Kapal Selam Nuklir
Para pelatih mereka dari Amerika
memujinya sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan, yang pada akhirnya dapat
membantu Pemerintah Afghanistan memberantas Taliban dan mempercepat keluarnya
AS.
"Operasi khusus di Afghanistan
diciptakan secara unik menurut citra kami sendiri," kata Todd Helmus,
analis RAND Corporation, yang berbaur dengan tentara di
lapangan pada 2013, kepada AFP.
"Mereka sangat bagus. Mereka
sangat terlatih. Mereka tahu cara menembak, bergerak, dan berkomunikasi," imbuhnya.
Baca Juga:
China Ancam Serbu Taiwan, Dampaknya Bisa Lebih Dahsyat dari Perang di Ukraina
Di negara di mana pelatihan untuk
tentara lokal sering kali belum sempurna, latihan untuk pasukan khusus sangat
intensif, yaitu 14 minggu latihan menembak, taktik regu, serangan udara, dan
latihan tembakan langsung.
Kontraktor swasta berperan menghimpun
personel pasukan khusus Afghanistan.
Sebuah iklan pekerjaan online dari raksasa pertahanan AS, Raytheon, yang sekarang sudah kedaluwarsa, berbunyi, mereka mencari kandidat untuk Ktah Khas (KKA), salah satu divisi pasukan khusus paling elite yang
terdiri dari tentara, polisi, dan intelijen unit agensi.