Beberapa suspicious transaction reports (STRs) atau laporan transaksi mencurigakan disampaikan oleh lembaga keuangan dan perusahaan lain.
Pada awal 2022, polisi meluncurkan penyelidikan intelijen ekstensif yang mengungkap jaringan orang-orang yang diyakini terhubung satu sama lain, termasuk ikatan keluarga.
Baca Juga:
Harga BBM Tetangga RI Kompak Naik, Singapura Tembus Rp50.676/Liter
"Polisi menganalisis informasi tersebut dan menyelidiki lebih lanjut secara diam-diam," kata Theo.
Dia mengatakan, tujuan polisi untuk mengembangkan gambaran selengkap mungkin tentang para tersangka dan rekan-rekan mereka, dugaan kegiatan kriminal dan aset mereka, sebelum mengambil tindakan terhadap mereka.
"Seiring dengan kemajuan penyelidikan, jaringan yang ditemukan oleh polisi semakin bertambah," katanya.
Baca Juga:
Dedikasi Tanpa Batas, WNI Ini Jadi ART Migran Terbaik 2026 di Singapura
"Semakin banyak individu yang terlibat dalam dugaan operasi pencucian uang, dan semakin banyak aset mereka yang disimpan di Singapura ditemukan. Polisi dengan susah payah dan diam-diam menelusuri hubungan dan aset mereka," sambungnya.
Teo melanjutkan, pada awal 2023, polisi berkonsultasi dengan kejaksaan, yang memutuskan terdapat cukup alasan untuk mencurigai bahwa tindak pidana telah dilakukan di Singapura.
Setelah meninjau informasi dan bukti secara ekstensif, polisi melakukan serangan besar-besaran pada tanggal 15 Agustus yang melibatkan lebih dari 400 petugas yang dipimpin oleh Departemen Urusan Komersial.