Mason menuturkan, pelaku saat beraksi mengenakan pakaian serba hitam dan diduga menembak dari jarak jauh, kemungkinan dari atap gedung sekitar lokasi.
“Tembakan yang ditujukan kepada Charlie Kirk berasal dari jarak jauh, mungkin dari atap,” jelasnya.
Baca Juga:
Trump Tuduh Paus Leo XIV Bahayakan Umat Katolik Gara-gara Iran
Identitas maupun motif pelaku hingga kini belum diumumkan secara resmi oleh kepolisian.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, Charlie Kirk tertembak di leher bagian kiri ketika sedang menjawab pertanyaan penonton terkait isu penembakan massal di Amerika.
Seketika darah mengalir deras dari tubuhnya dan penonton panik berhamburan meninggalkan lokasi.
Baca Juga:
Trump Umumkan Hentikan Operasi Militer AS di Selat Hormuz
Associated Press (AP) melaporkan peristiwa itu terjadi di halaman Sorensen Center, Utah Valley University, dan langsung membuat seluruh aktivitas kampus dihentikan serta mahasiswa diminta bertahan hingga polisi tiba.
Ironisnya, insiden ini terjadi saat Charlie tengah berbicara dalam rangkaian acara bertajuk The American Comeback Tour, yang sebelumnya sempat menuai protes dari sejumlah pihak.
Namun, pihak kampus tetap mengizinkan acara dengan alasan menjunjung tinggi kebebasan berbicara dan dialog terbuka sesuai Amandemen Pertama Konstitusi AS.