WAHANANEWS.CO, Jakarta - Harga emas dunia diproyeksikan kembali meledak dan mencetak rekor baru seiring memanasnya konflik antara Iran dan Israel yang turut menyeret Amerika Serikat sehingga memicu gelombang kekhawatiran global di pasar keuangan.
Analis komoditas Ibrahim Assuaibi menilai eskalasi perang di Timur Tengah menjadi katalis utama lonjakan harga logam mulia karena investor global berbondong-bondong memburu aset safe haven demi melindungi nilai kekayaan mereka di tengah ketidakpastian.
Baca Juga:
Harga Emas Hampir Rp 3 Juta, Sinyal Ekonomi Global Sedang Bermasalah
“Ada indikasi, jika perang masih terus berkecamuk, kemungkinan besar level 6.000 Dollar AS per troy ounce akan tercapai di bulan Maret ini,” ujar Ibrahim dalam keterangan pers, Minggu (1/3/2026).
Menurut dia, apabila konflik tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, pergerakan harga emas dunia pada pekan depan berpotensi berada di kisaran 5.365 hingga 5.500 dollar AS per troy ounce dengan peluang penutupan mingguan di level tertinggi tersebut.
”Dalam satu minggu sampai hari Sabtu pagi, kemungkinan besar harga emas dunia ditutup di level 5.500 dollar AS per troy ounce, kemudian harga logam mulia di Rp3.400.000 per gram,” paparnya.
Baca Juga:
Harga Emas Antam Anjlok Rp16 Ribu, Pasar Logam Mulia Berguncang
Lonjakan harga emas global dipastikan berdampak langsung ke pasar domestik karena pergerakan harga internasional menjadi acuan utama dalam pembentukan harga emas batangan di dalam negeri.
Ia memperkirakan harga emas dalam negeri berpotensi menembus Rp 3,5 juta per gram apabila tekanan geopolitik terus berlanjut tanpa solusi diplomatik yang jelas.
Pada Sabtu (28/2/2026), harga emas dunia di pasar spot bergerak dari 5.182 dollar AS per troy ons lalu melonjak 1,80 persen ke kisaran 5.278 hingga 5.280 dollar AS per troy ons sehingga menjadi level tertinggi dalam sepekan terakhir.