Secara mingguan, harga emas global tercatat naik 3,12 persen dengan posisi perdagangan Jumat (27/2/2026) berada di level 5.277,29 dollar AS per troy ons atau menguat 1,74 persen dibandingkan sesi sebelumnya.
Di pasar domestik, emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk juga mengalami kenaikan harga berdasarkan data resmi Logam Mulia pada Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga:
Harga Emas Hampir Rp 3 Juta, Sinyal Ekonomi Global Sedang Bermasalah
Harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat menjadi Rp 3.085.000 atau naik Rp 40.000 dibandingkan harga sebelumnya Rp 3.045.000 per gram.
Di sisi lain, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran serius di pasar energi global karena negara tersebut merupakan salah satu produsen utama minyak dunia yang memiliki posisi strategis.
Iran diketahui sebagai produsen minyak terbesar keempat di Organization of the Petroleum Exporting Countries dengan produksi lebih dari 3 juta barel per hari pada Januari 2026 serta memiliki garis pantai yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.
Baca Juga:
Harga Emas Antam Anjlok Rp16 Ribu, Pasar Logam Mulia Berguncang
Mengutip CNBC internasional, pasar minyak selama ini cenderung mengabaikan risiko gangguan pasokan dari kawasan tersebut meski ketegangan geopolitik terus meningkat.
“Ini situasi yang sangat serius,” ujar Bob McNally, pendiri dan presiden Rapidan Energy sekaligus mantan penasihat energi Gedung Putih di era Presiden George W. Bush.
Ia menilai pelaku pasar selama ini meremehkan potensi pembalasan Iran atas serangan Amerika Serikat sehingga risiko lonjakan harga energi belum sepenuhnya diperhitungkan.