Sebelumnya, seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa helikopter yang membawa Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian terbakar habis dalam kecelakaan tersebut.
Televisi pemerintah melaporkan bahwa gambar dari lokasi menunjukkan pesawat itu menabrak puncak gunung, meskipun belum ada keterangan resmi mengenai penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
Baca Juga:
Obama Bangga Kesepakatan Nuklir Iran 2015 Tak Picu Pertumpahan Darah
IRNA melaporkan Raisi terbang dengan helikopter Bell 212 buatan Amerika Serikat.
Kecelakaan atau Sabotase?
Surat kabar online, Sri Lanka Guardian, melaporkan bahwa akun media sosial dari kelompok tentara bayaran Rusia; Wagner Group, curiga kecelakaan tragis yang dialami Presiden Iran Ebrahim Raisi merupakan sabotase Israel.
Baca Juga:
Obama Bangga dengan Kesepakatan Nuklir Iran 2015: Tak Perlu Tembakkan Rudal dan Bunuh Banyak Orang
Insiden jatuhnya helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi menambah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Akun Wagner Group, kelompok milisi Rusia, menyoroti sikap Azerbaijan yang pro-Israel, mengisyaratkan kompleksitas dinamika regional yang sedang terjadi.
Pernyataan akun tersebut menambahkan bahwa jika Raisi tewas dalam kecelakaan, hampir pasti hal itu akan dianggap sebagai tindakan sabotase oleh badan intelijen Israel.