WahanaNews.co | Amerika Serikat (AS) dan Inggris menuduh Rusia menyebarkan informasi palsu dan memanipulasi opini publik tentang perang di Ukraina.
Dua negara itu juga membantah tuduhan Rusia bahwa Barat ingin menguasai semua arus informasi dan menentukan mana yang benar dan tidak.
Baca Juga:
Rusia Hujani Drone Ukraina, 77 Pesawat Nirawak Ditembak Jatuh dalam Semalam
Deputi Duta Besar Inggris, James Roscoe, mengatakan, Rusia menggelar serangan siber.
Hal ini disampaikan Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai penggunaan teknologi digital dalam menjaga perdamaian.
"(Rusia menggunakan) pabrik ujaran kebencian untuk menyebarkan informasi palsu dan memanipulasi opini publik tentang perang," katanya pada Selasa (24/5/2022).
Baca Juga:
Rusia Ancam Tentara Inggris yang Melatih di Ukraina Sebagai Target Sah
Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan, pemerintah Rusia menutup, membatasi, dan menurunkan koneksi internet.
Ia menambahkan Moskow juga menyensor konten dan menyebarkan informasi palsu di internet.
"Dan mengintimidasi dan menangkap jurnalis yang melaporkan kebenaran tentang invasi," katanya.