WahanaNews.co | Guna menuntaskan konflik, pemimpin Ukraina hampir saja menandatangani perjanjian damai dengan Rusia di tahun 2022 lalu. Namun semua itu urung dilakukan lantaran ada tekanan dari Amerika Serikat.
Fakta tersebut diungkapkan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolay patrushev, seperti yang dilaporkan TASS, Kamis (8/6/2023).
Baca Juga:
Perang Makin Panas, Rusia Lancarkan 90 Drone Shahed Iran ke Ukraina
Menurutnya, jika bukan karena tekanan Amerika Serikat terhadap mereka yang dipasang sebagai pemimpin di Ukraina, situasi ini tidak akan terjadi.
"Bahkan pemimpin Ukraina sendiri siap menandatangani perjanjian perdamaian dan memberikan proposal tertulis kepada Rusia yang pada prinsipnya kami setujui," ujar Patrushev
Patrushev mengacu pada perundingan antara delegasi Rusia dan Ukraina di Turki Maret tahun 2022.
Baca Juga:
Moskow Panik, Ukraina Hancurkan Gudang Rudal Rusia
Namun, seperti yang disampaikan oleh Patrushev, "Di pagi hari, mereka (anggota delegasi Ukraina) memberikan (proposal tersebut) kepada kami selama negosiasi, dan pada malam hari mereka mengatakan: 'Tidak, kami menariknya kembali'."
"Hal ini terjadi hanya karena Amerika Serikat memberikan tekanan kepada mereka dan mengatakan negosiasi tidak boleh dilakukan," tutur Sekretaris Dewan Keamanan Rusia.
Seperti yang ditunjukkan oleh Patrushev, "Ada pihak-pihak yang berkepentingan dalam konflik ini," terutama Amerika Serikat dan Inggris.