Seorang anak termasuk di antara korban yang mengalami cedera dalam serangan tersebut.
Wartawan yang berada di lapangan melaporkan ledakan terdengar di berbagai sudut Kyiv saat warga berlarian menuju tempat perlindungan untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga:
BPOM Ungkap Ancaman Kenaikan Harga Obat, Dipicu Kurs Dollar dan Bahan Baku Impor
Asap tebal terlihat membumbung dari sejumlah titik di pusat kota setelah beberapa lokasi terkena dampak serangan.
Salah seorang warga Kyiv bernama Olha Mudra menggambarkan suasana pascaserangan sebagai kondisi yang sangat mengerikan.
"Kami tidak mengerti apa yang terjadi, semacam kiamat. Semuanya tertutup puing-puing dan asap, Anda tidak bisa melihat apa pun," katanya.
Baca Juga:
Pemkab Karawang Matangkan Prioritas Pembangunan 2026, Fokus Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv Tymur Tkachenko menyatakan bahwa Rusia menggunakan rudal balistik dalam operasi tersebut.
Sementara itu, perusahaan penyedia listrik DTEK melaporkan sekitar 140.000 pelanggan sempat kehilangan pasokan listrik akibat kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan serangan.
Di pihak lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi telah melancarkan operasi militer berskala besar terhadap sejumlah target di Ukraina.