Moskow mengklaim sasaran utama serangan adalah kompleks industri militer Ukraina.
Pemerintah Rusia juga menyebut operasi tersebut melibatkan berbagai jenis persenjataan modern, termasuk rudal hipersonik.
Baca Juga:
BPOM Ungkap Ancaman Kenaikan Harga Obat, Dipicu Kurs Dollar dan Bahan Baku Impor
Gelombang serangan terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan adanya persiapan serangan besar yang tengah dilakukan Rusia.
Zelenskyy kembali meminta warga mematuhi seluruh peringatan serangan udara demi mengurangi risiko korban jiwa.
Pemerintah Ukraina juga mendesak negara-negara Barat mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara Patriot guna memperkuat perlindungan terhadap serangan rudal Rusia yang semakin intensif.
Baca Juga:
Pemkab Karawang Matangkan Prioritas Pembangunan 2026, Fokus Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur
Data Angkatan Udara Ukraina menunjukkan Rusia meluncurkan rekor 8.150 drone jarak jauh sepanjang Mei 2026.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 24 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Meski Ukraina mengklaim mampu mencegat sekitar 90 persen drone dan rudal yang diluncurkan Rusia selama periode tersebut, intensitas serangan Moskow terus meningkat di tengah kebuntuan berbagai upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.