Albania, Amerika Serikat, Andorra, Australia, Inggris Raya (termasuk Jersey, Anguilla, Kepulauan Virgin Britania Raya, dan Gibraltar), Islandia, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Liechtenstein, Makedonia Utara, Mikronesia, Monako, dan Montenegro.
Negara-negara anggota Uni Eropa pun masuk dalam daftar tersebut, yakni Norwegia, San Marino, Selandia Baru, Singapura, Swiss, Taiwan, Ukraina.
Baca Juga:
Rusia Hujani Drone Ukraina, 77 Pesawat Nirawak Ditembak Jatuh dalam Semalam
Untuk melakukan pembayaran tersebut, Pemerintah Rusia mengatakan, debitur harus membuka jenis khusus rekening rubel dengan bank Rusia.
Kemudian, mentransfer rubel setara dengan jumlah mata uang asing yang terutang, menurut nilai tukar resmi bank sentral pada hari pembayaran.
Pengaturan sementara untuk membayar utang luar negeri ini berlaku untuk pembayaran yang melebihi 10 juta rubel atau sekitar US$ 76.000 per bulan.
Baca Juga:
Tak Peduli Tahun Baru, Rusia Enggan Gencatan Senjata di Ukraina
Invasi Rusia ke Ukraina mendapat respons kemarahan dari komunitas internasional, dengan Uni Eropa, Inggris, dan AS, antara lain, memberlakukan berbagai sanksi ekonomi atas Moskow. [gun]