Mali berada di tengah situasi tidak aman sejak tahun 2012, ketika pemberontakan yang dipimpin etnis Tuareg pecah di bagian utara negara itu.
Pemberontakan ini dikobarkan oleh para jihadis, yang tiga tahun kemudian melancarkan kampanye mereka sendiri ke Mali tengah, Niger dan Burkina Faso.
Baca Juga:
Pj Wali Kota Pontianak Edi Suryanto Fokuskan Pembangunan di Pontianak Timur
Pemberontakan itu sebenarnya sudah berakhir secara resmi dengan perjanjian perdamaian yang ditandatangani antara pemberontak wilayah itu dengan pemerintah Mali di tahun 2015.
Namun perjanjian itu "rapuh" usai pemerintah sipil digulingkan pada tahun 2020 dan digantikan oleh junta militer.
[Redaktur: Sandy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.