"Telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden," ujar Baqaei.
Perhatian pasar kini tertuju pada Selat Hormuz yang menjadi jalur pengiriman sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan sebelumnya ditutup secara efektif oleh Teheran setelah pecah perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Baca Juga:
Diduga Gas Bocor, Kebakaran Rumah di Maros Tewaskan Seorang Balita
"Sebagai langkah pertama, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz dan Amerika Serikat akan segera mencabut blokade angkatan laut," kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang negaranya berperan sebagai mediator dalam kesepakatan tersebut.
Dalam kesepakatan itu, Washington berkomitmen mencabut sanksi minyak terhadap Iran serta memfasilitasi pencairan dana rekonstruksi senilai US$300 miliar.
Sebagai imbalannya, Teheran sepakat mengurangi kandungan uranium yang diperkaya sambil melanjutkan pembahasan mengenai perjanjian jangka panjang antara kedua negara.
Baca Juga:
Perempuan di Bandung Diduga Disekap Pacar Selama 3 Tahun, Alami Luka Berat
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.