Pesawat kemudian menghantam bangunan industri di dekat bandara dan meledak.
Laporan awal yang dirilis oleh National Transportation Safety Board pada 20 November 2025 menemukan adanya retakan akibat kelelahan logam pada komponen yang menghubungkan mesin ke sayap.
Baca Juga:
Sebelum Ada Seismologi, Gempa Bumi Diyakini Ulah Makhluk Raksasa
Kerusakan tersebut menyebabkan komponen patah pada saat proses lepas landas.
Sidang investigasi NTSB dijadwalkan berlangsung pada Senin (19/5/2026).
Empat hari setelah kecelakaan, UPS memutuskan menghentikan seluruh operasi armada MD-11 miliknya.
Baca Juga:
Eropa Dilanda Suhu Rekor pada Juni 2026, Puluhan Orang Dilaporkan Meninggal
Pada akhir Januari 2026, manajemen UPS mengumumkan percepatan pensiun seluruh armada MD-11 sebagai bagian dari modernisasi armada.
"UPS mempercepat dan menyelesaikan penghentian operasional MD-11 kami sebagai bagian dari upaya modernisasi armada kami yang lebih luas, dan pesawat tersebut tidak lagi menjadi bagian dari operasi kami," kata juru bicara UPS.
Sementara itu, pesaing UPS, FedEx, menyatakan siap mengoperasikan kembali pesawat MD-11 yang masih menjadi bagian dari armada mereka.