WahanaNews.co | Sekutu NATO, Turki dan Jerman, menyerukan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina untuk membuka bantuan kemanusiaan untuk evakuasi sipil.
Kanselir Jerman, Olaf Scholz, bertemu di ibu kota Turki, Ankara, dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang berharap dapat memfasilitasi solusi melalui pembicaraan langsung dengan Moskow.
Baca Juga:
Erdogan: Netanyahu Bencana Besar Dunia, Penghalang Perdamaian Timur Tengah
Pertemuan itu adalah yang pertama antara para pemimpin sejak Scholz menggantikan Angela Merkel.
"Kami sepakat tentang masalah mencapai gencatan senjata sesegera mungkin," kata Scholz pada konferensi pers bersama setelah pertemuan, dilansir dari The New Arab, Senin (14/3/2022), sembari menambahkan, "Harus dipastikan bahwa koridor yang diperlukan terbuka untuk evakuasi warga sipil."
Erdogan mengatakan Turki dan Jerman memiliki pandangan dan keprihatinan yang sama atas serangan Rusia terhadap tetangganya yang pro-Barat.
Baca Juga:
Turki Bekuk 34 Mata-mata Israel yang Incar Warga Palestina
"Kami akan melanjutkan upaya tanpa henti kami untuk gencatan senjata jangka panjang," katanya.
Turki memainkan peran mediasi dan memiliki hubungan langsung dengan kedua pihak yang bertikai.
Turki adalah sekutu tradisional Ukraina dan memasok negara yang dilanda perang dengan drone tetapi sangat bergantung pada Rusia untuk impor gas dan pendapatan turis.