WahanaNews.co | Ketegangan di sekitar Ukraina meningkat saat NATO telah menempatkan pasukannya dalam posisi siaga tinggi dan tuduhan media Barat bahwa Rusia siap "menginvasi" Ukraina.
Moskow membantah tuduhan itu dan menegaskan hak kedaulatannya mengerahkan pasukan di dalam wilayahnya sendiri saat ekspansi NATO sedang berlangsung ke arah timur.
Baca Juga:
Kerjasama Pengembangan Nuklir di RI, Dirjen Rosatom Rusia Bertemu BRIN
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan penumpukan besar pasukan Ukraina di jalur kontak Donbass menunjukkan Kiev sedang mempersiapkan serangan.
"Memang, pihak berwenang Ukraina memusatkan sejumlah besar pasukan dan peralatan di perbatasan dengan republik-republik yang memproklamirkan diri di jalur kontak. Sifat konsentrasi ini menunjuk pada persiapan untuk operasi ofensif, dan ada ancaman seperti itu sekarang," tegas Peskov pada Senin (24/1/2022).
Dia mengatakan dalam kasus ini, Moskow ingin melihat negara-negara NATO mendesak Kiev untuk tidak memikirkan kemungkinan penyelesaian militer di Ukraina.
Baca Juga:
Perang Rusia dan Ukraina Kembali Memanas, Putin Tembakkan 200 Lebih Drone
Menurut Peskov, pengiriman setiap unit senjata ke Ukraina menginspirasi Kiev untuk memulai operasi militer di Donbass.
"Ancaman provokasi dari Kiev di Donbass sekarang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari sebelumnya," papar juru bicara Kremlin.
Dmitry Peskov juga menunjukkan histeria informasi di Barat, bukan Rusia, yang harus disalahkan atas meningkatnya ketegangan di sekitar Ukraina.