Dia menuliskan, "Saya tidak bisa melupakan sorot mata sang pangeran, seolah-olah dia berpikir: orang ini adalah orang Jepang yang tercela."
Tetapi Fujimoto menghabiskan waktu bersama Kim sejak dia anak-anak hingga berusia 18 tahun, bahkan pernah menemaninya menangkap ikan hingga bermain layang-layang.
Baca Juga:
Korut Umumkan Status Negara Nuklir Permanen, Tantang AS
Selama masa tugasnya Fujimoto pernah diterbangkan ke berbagai negara, untuk mendapatkan makanan paling mahal dan terenak untuk melayani keluarga Kim.
Fujimoto secara teratur pergi ke Singapura untuk membeli buah, ke Rusia dan Iran untuk membeli Kaviar, dan ke Jepang untuk membawa bahan sushi.
Seiring waktu dia merasa cemas, karena percaya dinas rahasia Kim memata-matainya.
Baca Juga:
Kapal Perang Korut Gagal Meluncur, 'Insiden Malu Nasional' Segera Diusut
Akhirnya Fujimoto memutuskan untuk melarikan diri, dia berjanji akan memberikan hidangan landak laut namun dia harus mencari bahan-bahannya, dan berjanji akan kembali ke Korea Utara.
Namun ternyata itu hanya akal-akalan Fujimoto untuk melarikan diri dari Korea Utara.
Sebelum melarikan diri dia pernah membuat janji memilukan pada Kim Jong-Un.