Angka tersebut lebih dari lima kali lipat dibandingkan laki-laki yang rata-rata hanya menghabiskan 47 menit per hari untuk pekerjaan serupa.
Selain persoalan pembagian tugas rumah tangga, sebagian pengguna media sosial juga menyoroti dugaan kemunafikan di balik aksi memungut sampah di luar negeri.
Baca Juga:
Mitos atau Fakta? Dokter Ungkap Hubungan Golongan Darah O dengan Kolesterol
Mereka menilai sejumlah ruang publik di Jepang masih sering dipenuhi sampah setelah penyelenggaraan acara besar.
Meski demikian, banyak pihak tetap mendukung tradisi bersih-bersih stadion yang dilakukan suporter Jepang dan menganggap kebiasaan tersebut patut dipertahankan.
"Di mana rasa malunya?" tulis seorang pengguna X.
Baca Juga:
HiWaDa Kepri Minta Wali Kota Batam dan Bunda PAUD, Libatkan OPD Terkait Kawal Kasus PG Djuwita
"Itu jauh lebih baik daripada laporan yang mengatakan 'orang Jepang membuang sampah sembarangan di luar negeri'," lanjutnya.
Tradisi membersihkan stadion yang dipopulerkan suporter Jepang juga mulai ditiru oleh pendukung negara lain di Piala Dunia 2026.
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan suporter Portugal ikut mengumpulkan sampah dari tribun stadion menggunakan kantong plastik besar.