Rezim "Republik Islam Afghanistan" yang mendapat
dukungan AS dan komunitas internasional berdiri pada 2004, adalah negara Islam
yang menerapkan hukum syariah.
Orang-orang dalam pemerintahan, mulai dari atas sampai
ke bawah, adalah orang Afghanistan sendiri, dan Muslim.
Baca Juga:
Taliban Tolak Serahkan Bagram, Trump Ancam Afghanistan dengan “Hal Buruk”
Ini juga rezim yang inklusif, melibatkan semua etnik,
termasuk Pashtun, Tajik, Hazara, dan Uzbek.
Banyak pula kaum perempuan yang menduduki jabatan
tinggi.
Rezim ini telah mencapai sejumlah pencapaian.
Baca Juga:
AS Beri Sinyal Bakal Invasi Afghanistan Lagi
Anak perempuan yang di masa Taliban tak boleh
bersekolah kini bisa menuntut pendidikan tinggi.
Tim robotika putri Afghanistan pada 2017 bahkan meraih
medali perak di kompetisi internasional di AS.
Investasi asing terus mengalir deras dan ekonomi terus
menggeliat sehingga Kabul kini dipenuhi gedung-gedung tinggi dan modern.