Namun, ini juga bukan pemerintahan yang sempurna.
Korupsi yang cukup parah menyebabkan banyak dana
bantuan internasional tak mencapai rakyat jelata.
Baca Juga:
Taliban Tolak Serahkan Bagram, Trump Ancam Afghanistan dengan “Hal Buruk”
Dalam memberantas terorisme, militer AS juga terkadang
sembrono sehingga rakyat tak berdosa jadi korban.
Kemiskinan dan penderitaan terus berlangsung,
menyebabkan sebagian orang antipati terhadap rezim dan berbalik mendukung
Taliban atau gerakan militan lainnya.
Kaum militan selalu mengatakan target serangan mereka
tentara asing yang beroperasi di Afghanistan.
Baca Juga:
AS Beri Sinyal Bakal Invasi Afghanistan Lagi
Akan tetapi, sebenarnya, korban utama serangan mereka
adalah rakyat Afghanistan sendiri.
Rakyat biasa jadi korban ledakan di jalan raya, umat
Syiah dibom ketika sedang merayakan hari raya, personel polisi diserang dan
dipenggal.
Pada tahun 2020 pun, Taliban masih melakukan
pembunuhan berencana yang menarget para jurnalis, aktivis perdamaian, pekerja
LSM, hakim, dan pejabat pemerintah.