Pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban di 2021 yang
hampir tanpa pertumpahan darah memang tampak berbeda dengan 1990-an.
Dalam wawancara dengan CNN, juru bicara Taliban mengatakan, mereka akan membentuk
pemerintahan baru yang Islami, moderat, inklusif, dan menghormati perempuan.
Baca Juga:
Taliban Tolak Serahkan Bagram, Trump Ancam Afghanistan dengan “Hal Buruk”
Hal itu membuat sejumlah pengamat meyakini ini sungguh
Taliban versi baru, Taliban 2.0, yang
sudah termoderasi dan akan membawa perubahan positif bagi Afghanistan.
Perubahan memang bukannya tak mungkin.
Namun, masih terlalu dini menyimpulkan Taliban
sungguh-sungguh akan melaksanakan janji-janjinya dan akan membawa kebaikan di
Afghanistan.
Baca Juga:
AS Beri Sinyal Bakal Invasi Afghanistan Lagi
Hingga saat ini, pemerintahan Taliban belum terbentuk,
dan tak seorang pun tahu bagaimana mereka akan menjalankan pemerintahan ke
depannya.
Kondisi di Afghanistan masih sangat volatile, dan masyarakat Afghanistan masih diliputi ketidakpastian yang mencekam.
Alih-alih buru-buru menyatakan keberpihakan pada salah
satu kubu hanya berdasar identitas, saya rasa sikap paling tepat saat ini
adalah terus mencermati perkembangan situasi.