Zhao dilaporkan menggelontorkan miliaran dolar ke berbagai akuisisi, tidak hanya di sektor semikonduktor, tetapi juga di bidang real estat dan perjudian daring, yang tidak relevan dan merugikan.
Kebijakan ekspansif yang tidak terkendali itu menyebabkan Unigroup gagal membayar obligasi pada akhir 2020 dan terancam bangkrut.
Baca Juga:
China Blak-blakan Tuding AS dan Israel Biang Kerok Blokade Selat Hormuz
Restrukturisasi pun dilakukan pada tahun 2022, dengan kepemilikan beralih ke konsorsium yang terdiri dari Wise Road Capital, Jianguang Asset Management, dan entitas milik negara lainnya.
Zhao sendiri sempat diperkirakan memiliki kekayaan pribadi hampir USD 2,8 miliar, sebelum akhirnya ditangkap dan diadili.
Dalam pernyataan resminya, otoritas China menyebut Zhao sebagai sosok yang telah menyalahgunakan kepercayaan publik secara brutal.
Baca Juga:
Jepang Kerahkan Rudal Jarak Jauh Dekat China, Siaga Perang Baru Asia!
“Sebagai seorang manajer perusahaan milik negara, dia dibutakan oleh keserakahan, bertindak gegabah, mengkhianati tugas dan misinya, menyalahgunakan sumber daya publik untuk keuntungan pribadi, mengubah properti publik menjadi properti pribadi, dan menganggap perusahaan milik negara yang dikelolanya sebagai wilayah pribadi,” tegas lembaga antikorupsi.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.