WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan global memuncak setelah sekitar 40 negara mulai membentuk koalisi internasional untuk membuka kembali Selat Hormuz yang diblokade Iran, di tengah lonjakan tajam harga energi dunia.
Langkah ini diambil sebagai respons atas terganggunya jalur vital distribusi minyak global yang selama ini menjadi nadi perdagangan energi internasional.
Baca Juga:
Iran Klaim Tembak Jatuh Jet AS, Washington Sontak Membantah
Koalisi tersebut terbentuk tanpa keterlibatan Amerika Serikat, setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa negara-negara pengguna jalur itu harus bertindak sendiri.
Pertemuan virtual yang dipimpin Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper digelar pada Kamis (2/4/2026) dan diikuti lebih dari 40 negara, termasuk Perancis, Jerman, Kanada, Uni Emirat Arab, dan India.
Dalam forum itu, Cooper menegaskan bahwa tindakan Iran telah berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi global.
Baca Juga:
Trump Tegaskan Serangan Pemungkas ke Iran Segera Dilancarkan
“Kami telah melihat Iran membajak jalur pelayaran internasional untuk menyandera ekonomi global,” kata Cooper.
Ia menambahkan bahwa dampak blokade tersebut dirasakan hingga ke sektor rumah tangga dan bisnis di berbagai negara.
“Tindakan ceroboh Iran dalam memblokade jalur ini berdampak pada rumah tangga dan bisnis di setiap penjuru dunia,” ujarnya.