Kondisi ini bahkan memunculkan kekhawatiran akan krisis pangan global akibat terganggunya distribusi pupuk ke sejumlah kawasan.
Di tengah situasi tersebut, Donald Trump justru menegaskan bahwa pembukaan jalur tersebut bukan menjadi tanggung jawab Amerika Serikat.
Baca Juga:
Akhiri Perang dengan AS Iran Buka Negosiasi Baru
“Negara-negara yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus mengurus jalur itu. Mereka harus menjaganya. Mereka harus merebutnya dan memanfaatkannya untuk diri mereka sendiri,” kata Trump.
Ia juga mendorong negara-negara tersebut untuk menunjukkan keberanian dalam mengamankan jalur strategis itu.
Sikap Trump menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk politisi Inggris yang menilai Amerika Serikat tidak seharusnya lepas tangan dari krisis yang terjadi.
Baca Juga:
Trump Mendadak Lunak, Iran Cukup Hentikan Program Nuklir 20 Tahun
Di sisi lain, sejumlah pemimpin Eropa menilai pendekatan militer bukan solusi utama dalam menyelesaikan konflik ini.
Presiden Perancis Emmanuel Macron memperingatkan risiko besar jika jalur tersebut dibuka melalui kekuatan militer.
“Itu akan memakan waktu tanpa batas dan akan mengekspos siapa pun yang melewati selat terhadap risiko dari Garda Revolusi serta rudal balistik,” ujarnya.