Kondisi ini bahkan memunculkan kekhawatiran akan krisis pangan global akibat terganggunya distribusi pupuk ke sejumlah kawasan.
Di tengah situasi tersebut, Donald Trump justru menegaskan bahwa pembukaan jalur tersebut bukan menjadi tanggung jawab Amerika Serikat.
Baca Juga:
Iran Klaim Tembak Jatuh Jet AS, Washington Sontak Membantah
“Negara-negara yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus mengurus jalur itu. Mereka harus menjaganya. Mereka harus merebutnya dan memanfaatkannya untuk diri mereka sendiri,” kata Trump.
Ia juga mendorong negara-negara tersebut untuk menunjukkan keberanian dalam mengamankan jalur strategis itu.
Sikap Trump menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk politisi Inggris yang menilai Amerika Serikat tidak seharusnya lepas tangan dari krisis yang terjadi.
Baca Juga:
Trump Tegaskan Serangan Pemungkas ke Iran Segera Dilancarkan
Di sisi lain, sejumlah pemimpin Eropa menilai pendekatan militer bukan solusi utama dalam menyelesaikan konflik ini.
Presiden Perancis Emmanuel Macron memperingatkan risiko besar jika jalur tersebut dibuka melalui kekuatan militer.
“Itu akan memakan waktu tanpa batas dan akan mengekspos siapa pun yang melewati selat terhadap risiko dari Garda Revolusi serta rudal balistik,” ujarnya.