Kesepakatan itu diperkirakan mencakup kerja sama militer yang lebih mendalam serta koordinasi keamanan di wilayah Laut Merah.
Perkembangan ini menyusul keputusan Somalia membatalkan perjanjian pelabuhan dan keamanan dengan Uni Emirat Arab.
Baca Juga:
Warga dan Staf Kelurahan Kuta Gambir Sambut Hangat Lurah Baru
Pemerintah Somalia menilai perjanjian tersebut melanggar kedaulatan nasional, termasuk dugaan evakuasi ilegal seorang pemimpin separatis Yaman melalui wilayah Somalia.
Ketegangan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dilaporkan meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Situasi ini diperparah oleh tuntutan Riyadh agar UEA menarik pasukannya dari Yaman.
Baca Juga:
Koops TNI Papua Tegaskan Respons Cepat Lindungi Warga dari Ancaman Bersenjata
Arab Saudi juga memandang ekspansi pengaruh UEA di Libya, Sudan, dan Tanduk Afrika sebagai tantangan langsung terhadap kepemimpinan regionalnya.
Meski selama ini Saudi mendukung integritas teritorial Somalia, langkah memperkuat militer negara Afrika Timur tersebut dinilai sebagai yang pertama kali dilakukan secara langsung.
Pakta Saudi-Mesir-Somalia juga sejalan dengan kecaman bersama terhadap keputusan Israel mengakui Somaliland.