WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan Timur Tengah memasuki babak baru ketika Pakistan, Arab Saudi, dan Turki bersiap merampungkan perjanjian pertahanan di tengah meluasnya kampanye militer Israel dan meningkatnya ketidakstabilan kawasan.
Perjanjian pertahanan trilateral ini dirancang untuk memperkuat keamanan kolektif di tengah agresi Israel yang kian meluas serta dukungan Barat terhadap pendekatan militeristik di kawasan.
Baca Juga:
Setelah Bom dan Darah, Krisis Kesehatan Mental Menerjang Israel dan Gaza
Kesepakatan tersebut telah dikembangkan hampir satu tahun dan dipandang sebagai sinyal pergeseran signifikan dalam peta keamanan regional.
“Perjanjian trilateral Pakistan-Arab Saudi-Turki adalah sesuatu yang sudah dalam proses,” kata Menteri Produksi Pertahanan Pakistan, Raza Hayat Harraj.
Ia menjelaskan bahwa dokumen perjanjian telah tersedia di masing-masing negara dan kini memasuki tahap diskusi intensif.
Baca Juga:
Pesawat ATR 42-500 IAT Kecelakaan, Pabrikan Turun Langsung ke Lokasi
“Draf perjanjian sudah tersedia di kami, draf perjanjian sudah ada di Arab Saudi, dan draf perjanjian sudah tersedia di Turki,” ujar Harraj.
Menurut Harraj, proses pembahasan tersebut telah berlangsung selama sekitar sepuluh bulan terakhir dan masih menunggu kesepakatan final ketiga negara.
Harraj menegaskan bahwa pakta ini berdiri terpisah dari perjanjian bilateral Saudi-Pakistan yang telah ada sebelumnya.