WAHANANEWS.CO - Amerika Serikat kembali diguncang tragedi memilukan setelah seorang pria menembak mati delapan anak-anak, termasuk tujuh anak kandungnya sendiri, dalam insiden berdarah yang terjadi di Shreveport.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu pagi (20/4/2026) waktu setempat dan berlangsung di tiga lokasi berbeda, menjadikannya salah satu penembakan massal paling mematikan sejak awal 2024 di negara tersebut.
Baca Juga:
OTT Diskominfo Tebingtinggi, Polda Sumut Sita Sejumlah Uang dan Tetapkan Dua Tersangka
Berdasarkan laporan otoritas setempat, delapan korban terdiri dari anak-anak berusia antara 3 hingga 11 tahun, yakni tiga anak laki-laki dan lima anak perempuan yang merupakan tujuh saudara kandung serta satu sepupu.
Polisi menerima laporan suara tembakan di kawasan Cedar Grove sekitar pukul 06.00 pagi dan menemukan korban di dua rumah di sepanjang West 79th Street serta satu rumah lainnya di Harrison Street.
"Ini adalah lokasi kejadian yang sangat luas dengan banyak anak meninggal di tempat," ujar Kopral Polisi Shreveport Chris Bordelon.
Baca Juga:
IMF Bunyikan Sirene Bahaya, Utang Amerika Jadi Ancaman Sistemik Dunia
Rekaman kamera pengawas milik warga menunjukkan pelaku melarikan diri menuju sebuah bengkel ban usai kejadian, sementara saksi mata mengaku sempat melihatnya berlari keluar dari rumah.
"Kurang lebih itu saja yang saya lihat, dia berlari keluar rumah," kata seorang warga, Liza Demming.
Polisi kemudian mengidentifikasi pelaku sebagai Shamar Elkins (31), seorang mantan tentara yang diduga melakukan aksi tersebut karena masalah rumah tangga.
Dalam kejadian itu, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun berhasil selamat meski mengalami patah tulang setelah melompat dari atap rumah saat berusaha melarikan diri.
Selain anak-anak, dua perempuan dewasa juga menjadi korban tembakan, termasuk istri pelaku yang mengalami luka sangat serius setelah ditembak pertama kali.
Setelah melakukan penembakan, pelaku sempat membajak kendaraan dan melarikan diri hingga akhirnya ditembak mati oleh polisi usai kejar-kejaran.
Data dari Gun Violence Archive mencatat setidaknya telah terjadi 114 penembakan massal di Amerika Serikat sepanjang tahun ini.
Wali Kota Shreveport, Tom Arceneaux, menyebut tragedi ini mengguncang seluruh kota dan meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat.
"Ini mengguncang seluruh kota. Ini berdampak bagi kita semua," katanya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]