Sejumlah penasihat dekat Trump juga menyampaikan pandangan serupa dengan menilai bahwa peluncuran operasi militer saat ini justru berpotensi menjadi kesalahan strategis.
Salah satu penasihat Trump menyebutkan bahwa cukup banyak tokoh di lingkaran dalam presiden bersikap skeptis terhadap gagasan serangan ke Iran.
Baca Juga:
Pertama di Dunia! Malaysia Mundur dari Kesepakatan Tarif Timbal Balik dengan Amerika Serikat
Penasihat lain memperingatkan bahwa tindakan militer hanya akan merusak kebijakan regional dan internasional Amerika Serikat yang selama ini dibangun dengan susah payah.
Di sisi lain, ketika ditanya mengenai peluang perundingan antara Washington dan Teheran, para pejabat AS menyebut bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei belum siap menerima persyaratan AS dalam kesepakatan nuklir.
Meski demikian, Trump disebut tetap berupaya mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi sebagai opsi utama.
Baca Juga:
Negara Superpower Tapi Hobi Ngutang, Defisit AS Hampir US$1 Triliun
Para pejabat AS juga membantah spekulasi bahwa Trump mengirim utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, untuk bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebagai kedok bagi serangan mendadak.
Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa Witkoff dijadwalkan bertemu Araghchi pada Jumat pekan lalu, untuk membahas prospek kesepakatan nuklir antara kedua negara.
Trump sendiri pada Januari lalu menyatakan bahwa sebuah “armada besar” tengah menuju ke kawasan Iran sembari menyampaikan harapan agar Teheran bersedia bernegosiasi.