WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan perundingan dengan Iran di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung setelah serangan militer AS–Israel memicu perang terbuka di kawasan Timur Tengah.
“Itu mungkin saja, tergantung pada syaratnya, mungkin saja, hanya mungkin... Anda tahu, sebenarnya kita tidak perlu lagi berbicara, jika benar-benar dipikirkan, tetapi itu mungkin,” kata Trump kepada Fox News ketika ditanya mengenai kemungkinan tersebut, Selasa (10/3/2025).
Baca Juga:
Iran Tegas: Tak Ada Lagi Diplomasi dengan AS, Siap Perang Panjang
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menanggapi peluang dialog dengan Iran meski hubungan kedua negara tengah berada pada titik paling tegang akibat konflik militer yang baru-baru ini pecah.
Konflik meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari yang memicu aksi balasan dari Teheran.
“dapat hidup dengan damai,” kata Trump meragukan kemampuan Mojtaba Khamenei ketika ditanya mengenai masa depan kepemimpinan baru Iran.
Baca Juga:
Minyak Tembus 119 Dolar per Barel, AS Pertimbangkan Cabut Sanksi demi Redam Harga
Sebelumnya Trump juga menyatakan dirinya “kecewa” atas pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran menggantikan ayahnya yang dilaporkan tewas dalam operasi militer tersebut, Senin.
Serangan militer terhadap Iran dimulai ketika Amerika Serikat dan Israel menggempur sejumlah target strategis, termasuk di ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan besar serta menimbulkan korban sipil.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.