Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, Trump menandatangani nota kesepahaman Iran-Amerika Serikat saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles usai KTT G7, Rabu (17/6/2026) malam waktu setempat.
"Baru saja menandatanganinya," kata Trump saat meninggalkan istana.
Baca Juga:
PLN Bekali 100 Perempuan Siaga Bencana, ALPERKLINAS: Langkah Strategis Bangun Masyarakat Tangguh
Di pihak lain, pemerintah Iran juga mengonfirmasi bahwa dokumen kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat telah ditandatangani kedua belah pihak.
"Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden -- sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei.
Baqaei menjelaskan proses penandatanganan dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua kepala negara sehingga tidak memerlukan seremoni khusus.
Baca Juga:
Empat Perusahaan Don Ritto Digeledah, Kejagung Dalami Dugaan TPPU Febrie Adriansy
Ia juga menegaskan bahwa kesepakatan yang telah ditandatangani oleh pemimpin tertinggi kedua negara akan memiliki konsekuensi politik yang besar apabila dilanggar.
"Ketika teks ditandatangani oleh pejabat tertinggi kedua negara, melanggarnya tentu akan menimbulkan biaya yang lebih besar, dan mengingat pengalaman kami, kami lebih memilih hal ini terjadi," kata Baqaei.
Sebelumnya, pemerintah Swiss menyebut upacara penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6/2026) di sebuah hotel di kawasan Danau Lucerne dengan dihadiri Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf dan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance.