WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana pengiriman kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.
Ketegangan tersebut berkaitan dengan program nuklir serta pengembangan rudal balistik Iran yang kembali menjadi sorotan komunitas internasional.
Baca Juga:
Kepala Puskesmas Kebun IX Muaro Jambi Kenakan Rompi Tahanan Kasus Bantuan Operasional Kesehatan
Kapal induk USS Gerald R. Ford dijadwalkan berangkat “segera” guna memperkuat kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan strategis tersebut.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya antisipatif apabila situasi keamanan memburuk sewaktu-waktu.
Kebijakan tersebut dilaporkan media internasional Al Jazeera pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Baca Juga:
Buntut Ancaman Tarif AS, Kuba Menangis Kehabisan Bahan Bakar Pesawat
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan memiliki “kekuatan yang sangat besar” bila diperlukan.
Meski demikian, ia tetap menyampaikan optimisme bahwa jalur diplomasi masih terbuka dan negosiasi dengan Iran berpeluang menghasilkan kesepakatan yang konstruktif.
Namun, ia juga memperingatkan bahwa akan menjadi “hari yang buruk bagi Iran” jika gagal mencapai kesepakatan.