Rencana agresif pemerintahan Trump itu justru menuai keraguan dari kalangan eksekutif energi Amerika Serikat.
Sikap skeptis tersebut mencuat dalam pertemuan tertutup antara para petinggi perusahaan energi dengan pejabat Gedung Putih yang digelar pada Jumat (9/1/2026).
Baca Juga:
Sumur Minyak Tua Sudah 6 Tahun Mati, “Meledak” Produksi 1.097 BOPD di Laut Jawa
CEO ExxonMobil Darren Woods secara terbuka mengungkapkan hambatan serius dalam menjalankan bisnis migas di Venezuela.
“Ini tidak dapat diinvestasikan,” ujar Woods.
Ia menekankan masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan sebelum investasi besar dapat direalisasikan di negara Amerika Latin tersebut.
Baca Juga:
Ini Sebaran Sumur Minyak di Jambi yang Dikelola Masyarakat, Paling Banyak di Batanghari
“Ada sejumlah kerangka hukum dan komersial yang harus dibentuk untuk memahami jenis keuntungan apa yang bisa kami peroleh dari investasi tersebut,” kata Woods.
Pandangan senada juga disampaikan oleh sejumlah eksekutif energi lain dalam forum yang sama.
Setelah pertemuan panjang di Gedung Putih berakhir pada Jumat (9/1/2026), Trump dan para pembantunya keluar tanpa membawa komitmen konkret dari perusahaan-perusahaan energi untuk menanamkan investasi miliaran dollar AS di Venezuela.