Hingga Rabu (14/1/2026), rincian teknis terkait penjualan minyak perdana tersebut masih belum dibuka secara gamblang kepada publik.
Meski demikian, juru bicara Gedung Putih Taylor Rogers menegaskan bahwa pemerintahan Trump terus menjaga komunikasi dengan pelaku industri energi.
Baca Juga:
Sumur Minyak Tua Sudah 6 Tahun Mati, “Meledak” Produksi 1.097 BOPD di Laut Jawa
“Tim Presiden Trump memfasilitasi diskusi positif dan berkelanjutan dengan perusahaan-perusahaan minyak yang siap dan bersedia melakukan investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memulihkan infrastruktur minyak Venezuela,” kata Rogers dalam pernyataan resminya.
Di sisi lain, laporan Reuters pada Rabu (14/1/2026) mengungkapkan bahwa minyak mentah Venezuela kini ditawarkan kepada para pedagang dengan harga diskon.
Harga tersebut disebut lebih murah dibandingkan minyak dari sejumlah negara pesaing, termasuk Kanada.
Baca Juga:
Ini Sebaran Sumur Minyak di Jambi yang Dikelola Masyarakat, Paling Banyak di Batanghari
Strategi banting harga ini mencerminkan upaya Amerika Serikat untuk menarik minat pasar di tengah ketidakpastian investasi serta kondisi politik Venezuela yang masih bergejolak.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.