"Namun, ia tidak harus bergabung," kata Trump menambahkan.
Media televisi Prancis, BFM, sebelumnya melaporkan bahwa Presiden Emmanuel Macron berencana menolak undangan Amerika Serikat untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza.
Baca Juga:
Sekutu NATO Ogah Bantu AS Serang Iran, Trump Ancam Hentikan Dagang dengan Spanyol
Menurut sumber yang dikutip BFM, Macron menilai pembentukan dewan tersebut berpotensi melampaui mandat isu Gaza dan dapat melemahkan peran serta struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Gedung Putih, melalui pernyataan resmi pada Jumat (16/1/2026), telah mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza sebagai instrumen utama pelaksanaan 20 poin rencana Trump untuk mengakhiri perang Israel di Gaza secara permanen.
Dewan tersebut juga dirancang untuk mengawasi transisi Gaza dari wilayah konflik menuju fase perdamaian dan pembangunan dengan melibatkan mobilisasi sumber daya internasional serta mekanisme akuntabilitas.
Baca Juga:
Wakil Bupati Tapanuli Utara Tinjau Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Pasar Tarutung
Selain itu, Amerika Serikat membentuk Komite Nasional untuk Administrasi Gaza guna menjalankan fase kedua dari Rencana Komprehensif Trump, disertai pembentukan Dewan Eksekutif pendiri dan Dewan Eksekutif Gaza.
Trump turut mengundang sejumlah kepala negara dan pemerintahan lain untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.