Ia menyebut bahwa berbagai opsi kebijakan luar negeri masih dibahas secara internal oleh pemerintahan Trump.
"Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi panglima tertinggi," sambungnya.
Baca Juga:
'Pulau Hijau' yang Dipenuhi Hamparan Salju, Inilah Asal-usul Nama Greenland
Sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat pun menyampaikan keprihatinan atas arah kebijakan tersebut.
Pada Selasa malam, Senator Jeanne Shaheen dari Partai Demokrat dan Senator Thom Tillis dari Partai Republik mengeluarkan pernyataan bersama yang menekankan pentingnya menghormati sekutu NATO.
"Ketika Denmark dan Greenland memperjelas bahwa Greenland tidak untuk dijual, AS harus menghormati kewajiban perjanjiannya, serta menghargai kedaulatan dan integritas teritorial Denmark," kata kedua senator itu.
Baca Juga:
Rencana Trump Kuasai Greenland Dapat Dukungan Warga Lokal, Ini Alasan Mereka
Mereka mengingatkan bahwa tekanan terhadap sekutu dapat merusak fondasi aliansi.
"Setiap anggapan bahwa negara kita akan menundukkan sekutu NATO lainnya pada paksaan atau tekanan eksternal akan merusak prinsip-prinsip penentuan nasib sendiri yang menjadi tujuan aliansi kita," tambah mereka.
Sebelumnya, Trump menyatakan kepada wartawan di atas Air Force One pada Minggu (4/1/2026) bahwa Greenland dipenuhi oleh kapal-kapal Rusia dan China.