WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Jerman menyatakan bahwa keputusan untuk berpartisipasi atau memboikot Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat sepenuhnya berada di tangan asosiasi sepak bola, menyusul meningkatnya ketegangan politik akibat ancaman Presiden AS Donald Trump terkait Greenland, Selasa (20/1/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump memasukkan Jerman ke dalam daftar delapan negara Eropa yang terancam dikenai tarif baru karena menentang upaya Amerika Serikat mencaplok Greenland.
Baca Juga:
Jerman Tolak Akui Kedaulatan Negara Palestina Saat Ini
Situasi itu memicu perdebatan di Jerman mengenai kelayakan keikutsertaan negara tersebut dalam Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Anggota parlemen terkemuka dari Partai CDU pimpinan Kanselir Friedrich Merz, Roderich Kiesewetter, menilai eskalasi politik dan ekonomi tersebut dapat berdampak langsung pada dunia olahraga.
“Harus jelas bahwa ini akan menjadi akhir dari kemitraan transatlantik dengan AS,” kata Kiesewetter kepada surat kabar Augsburger Allgemeine.
Baca Juga:
Kasus Medis Langka: Tumor Pasien Tertanam di Tangan Dokter
Ia menambahkan bahwa jika Trump benar-benar merealisasikan ancamannya dan memicu perang dagang dengan Uni Eropa, partisipasi negara-negara Eropa di Piala Dunia menjadi sulit dibayangkan.
Sementara itu, pemerintah Jerman menegaskan bahwa ranah olahraga internasional tidak berada dalam kewenangan langsung politisi.
“Keputusan mengenai partisipasi atau boikot pada ajang olahraga besar sepenuhnya berada di tangan asosiasi olahraga yang berwenang,” kata Roderich Kiesewetter dalam pernyataan terpisah.