Jakartan CNBC Indonesia – Sekitar seperlima minyak dan gas alam cair (LNG) global biasanya melewati selat Hormuz, sebuah jalur air sempit antara Iran dan Oman.
Kemampuan Teheran untuk menghentikan pengiriman melalui selat tersebut dapat memberikan pengaruh besar terhadap AS dan sekutunya.
Baca Juga:
Dunia Waswas, Iran Siap Bakar Jalur Energi Global Jika Diserang Lagi
Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu menyerukan kepada negara-negara untuk mengirimkan kapal perang guna menjaga Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran karena pasukan Iran terus melanjutkan kampanye pembalasan mereka di tengah serangan AS dan Israel terhadap Iran.
"Negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut, dan kami akan banyak membantu," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
"AS juga akan berkoordinasi dengan negara-negara tersebut agar semuanya berjalan cepat, lancar, dan baik."
Baca Juga:
Selat Hormuz Jadi Kunci, Dunia Cemas Harga Minyak Bisa Meledak Dua Kali Lipat
Dalam unggahan sebelumnya pada hari Sabtu, Trump memprediksi bahwa "Banyak negara, terutama negara-negara yang terkena dampak upaya Iran untuk menutup Selat Hormuz, akan mengirimkan kapal perang, bersama dengan Amerika Serikat, untuk menjaga agar selat tetap terbuka dan aman."
Trump menulis bahwa ia berharap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain akan mengirimkan kapal ke daerah tersebut.
"Sementara itu, Amerika Serikat akan membombardir garis pantai habis-habisan, dan terus menembak jatuh kapal-kapal Iran," tulisnya.